Friday, February 09, 2007 |
KUDA PUTIH
|
merah padam jiwa meranggas luka biru lebam memantik bara ia kuda putih yang elok gagah menentang irama
ketika malam menjadi persinggahan bagi setiap duka dan pura pura seluruh bintang takzim menunduk muka
kuda putih melompat di semak dan kelelawar menyingkiri daun daun ia mafhum pada kemalangan meski luka tetap menjadi kekasih malam tapi siang akan hidupkan setiap butir mimpi pula harapan
ia kuda putih yang jantan
RAPUHKAH
terbujur jiwa yang rindu rebah lesu di dada waktu
rapuhkah ia? kenapa tak anjak menyerah sedang hari hari amarah
tapi rindu jadikan harap demi ketemu dengan menanti atau memburu
belum serah kenang amarah
rapuhkah itu jiwa?
|
|
0 Comments: |
|
|
 |
|
|
|
|
|