Friday, February 09, 2007 |
BENDERA
|
(catatan menjelang tidur) kawan, kaulihat betapa bendera ini sudah kusam. dan kalau sudah seperti itu, semakin tak nyaman pula bagi mata untuk hendak memandang . hingga semakin gegabahlah kita bertindak meski tanpa harus seserve betapa bisa saja itu salah....berbahaya. bahkan.
usai mandi kita kain handukkan ia. rampung makan kita lap tangan hingga semua noda berpindah.jika sudah sekotor itu jadinya bendera kita, kawan, betapa semakin malas kita demi mau sekedar merasa memiliki.alih alih berbangga diri.
merah bukan hanya jiwa dan putih tak hanya suci tapi menjadikannya berarti tak semudah membuat puisi
kawan, kaudengar betapa gemuruh ini lahir dari sepi. terdesak oleh hawa panas dari siaran radio dan televisi. kemiskinan sudah lama jadi barang dagangan. bahkan drama renungan dan jerit mlam seperti waktu kemah kita bersama dulu, saat ini telah bisa lho meraup keuntungan dengan rating tinggi. mengetuk hati seolah olah,sementara ranking penderitaan makin tak terbilang hebatnya.
orang tua dan anak anak kita yang buntu sudah semakin pintar bermimpi dengan pintas. sementara di saat yang sama para juragan tiba tiba ramai berdendang, lantaran merasa telah mampu membuat bola salju dan terobosan yang mereka sebut brilian:kecerdasan mmbaca peluang. satukan medan bisnis, ongkos sosial dan hiburan. kemudian dengan anggunnya mereka duduk di atas sebuah trap marmer, mengapit pundi pundi emas yang mengalir jumlahnya. sedangkan kita melongo, kadang ikut tertawa, entah apa maksudnya.
ini hanyalah sedikit saja, kawan, noktah jingga bendera kita yang kusam. besuk malam, menjelang tidur kita bertemu lagi di tempat ini. saat itu, giliranmu menceritakan sebentuk cerita lagi yang lain, dan bagianku pula mencatatnya di diary, persis seperti yang sedang kaulakukan sekarang ini. selamat tidur, kawan!
semoga masih bisa mimpi indah. biar untuk sementra, itu saja yang tersisa..
malang 12 juli 05 |
|
0 Comments: |
|
|
 |
|
|
|
|
|