Friday, February 09, 2007 |
KECAMUK dan MIMPIKU
|
Apa sebenarnya yang sedang berkecamuk dalam pikiran pikiranku ini; vitalitas, energi yang berlebih atau hanya ilusi ilusi tua yang cerai berai dan tak kunjung dapat dipertemukan kembali setelah gagal mencapai visinya yang lebih baru? Absurd! Sukar didefinisikan. Atau jangan jangan ini semacam ungkapan rendah diri, ketakberdayaan sebelum mencapai titik pasrah?
Aku tentu saja berharap semua baik baik saja. Setiap beban pikiran berakar dari kenyataan kenyataan yang muncul di hadapan. Yang nyata -- entah manis atau menyakitkan. Menyebalkan bahkan.
Tapi bukankah ada sisi pada setiap sisi? Arah kiri kanan pada kiri atau atas bawah pada kanan. Apa yang dianggap baik, berisi pula dua kebenaran. Dan kebenaran baik - buruk terbelah lagi dalam dimensi dimensi yang berlawanan, entah sampai berapa kali. Lantas bagaimana menemukan titik paling ‘sahih’ dari sekian pilihan yang setiap saat dapat berubah, tapi tak pernah bergeser sedikitpun sebagai kenyataan? Aku terjebak di tengah tengahnya! Dan sementara aku menyadari bahwa seluruh kecamuk yang terjadi tak akan mungkin muncul dengan mengingkari picu yang telah ditekan entah oleh sebab dan alasan apa. Letupan terjadi karena terjadi pula perbenturan antara kenyataan dengan serupa materi yang disemburkan melalui larasnya, dan pastilah itu mimpiku!
Mimpi? memang sebentuk apakah mimpiku itu?
Jombang, 16 November 2005
|
|
0 Comments: |
|
|
 |
|
|
|
|
|