Friday, February 09, 2007 |
HYMNE atas MARS
|
Sebegitu dalamnya resah ini, hingga menenggelamkan. Rusuh terasa batin dalam bening kesadaran. Aku berarak dengan jalan jalan, dengan ngarai, sungi kecil sejuk dan lautan. Aku nyanyikan di sepanjang jalan mars tentang kisah keberanian, meski di sini terdengar seperti hymne yang penuh sayatan. Aku pastikan cita cita tentang hari depan, hari depan yang kapan, katanya. Aku berjanji tentang harapan. Harapan serupa apa, cibirnya.
Sebegitu dalamnya kegembiraan ini, hingga memabukkan. Orang orang hadir dalam pesta perjamuan, dihidangi berbagai minuman dan makanan. Gadis gadis pelayannya molek dengan kain baju berrenda sulaman bunga warna ungu, mengerling setiap saat dengan palsu. Aku duduk di tonjolan tanah berbatu, tak jauh dari situ. Dengan jalan jalan, ngarai, sungai sejuk dan lautan. Memandang dengan hening, dengan resahku yang sedalam ilusi mereka akan keabadian. Hidup dan kehidupan betapa sungguh tak sepadan.
Malang, 11 Maret 05
|
|
0 Comments: |
|
|
 |
|
|
|