Thursday, July 12, 2007 |
DAMAI AGUNGMU NUSANTARA
|
Raharjaning nuswantara Langit kedap biru Cumlorot cahyaning srengenge Linandep ing antaraning mega-mega
Damai agungmu nusantara Dalam pernik-pernik yang ditumbuhi pepohonan Yang cabang dan rantingnya menjalari cakrawala Maka jika saja kau lihat patahan dahan dan bijian Yang tersentuh wangi bumimu Lekas serabut kecil itu akan menyeruak Dan segera membelukar dalam subur perutmu
Damai agungmu nusantara Yang menghias khatulistiwa dengan kapas mendung pada pagi cerah Serta mega warna kuning keemasan Saat matahari tenggelam ke dasar lautan Indahmu samudra… Yang menyimpan pantai dengan pasir warna-warni Hingga buih dan sauh pun Akan menjadi teramat betah berlama-lama di sana Hingga para nelayanmu Adalah prajurit gagah perkasa Yang enggan menyerah
Raharjaning nuswantara Langit kedap biru Cumlorot cahyaning srengenge Linandep ing antaraning mega-mega
Gemulai pertiwi Mengibaskan lengan dengan lentik jemarinya Menebar bunga pada landai angin laut pantai Serta sejuk pada rindang teguh gunung-gunungmu yang termenung
Senyumnya menyeruak galau Lembut sorot matanya rindu Membelai kaki-kaki bukit Yang melukis pelangi pada batas cakrawala, Usai hujan yang membasah Ia mengusap batang-batang padi Serta pucuk-pucuk pinus Yang menari Di antara seribu matahari
Damai agungmu nusantara Hingga maha tak terkiralah Siapa pun … Yang pernah menciptamu
|
|
0 Comments: |
|
|
 |
|
|
|
|
|